KEHIDUPAN MANUSIA DI BUMI
Suara Kasih
11/3/20261 min read
Gambaran kehidupan manusia di bumi yang dipenuhi dengan banyaknya masalah yang datang silih berganti seperti yang ditulis dalam Mazmur 107.
I.) Ayat 3-7:
“Ada orang yang mengembara di padang belantara jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan, mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah dan lesu di dalam diri mereka. Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan dilepaskanNya mereka dari kecemasan mereka. DibawaNya mereka menempuh jalan yang lurus sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.”
II.) Ayat 10-14:
“Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam terkurung dalam sengsara dan lesu. Karena memberontak terhadap perintah-perintah Allah dan menista nasihat yang Maha Tinggi, maka ditundukkanNya hati mereka ke dalam kesusahan mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong.
Sama seperti orang yang harus mendekam dalam penjara karena dosa, kesalahan yang mereka lakukan. Keputusan hakim menyebabkan dia harus mendekam dalam penjara atau orang yang secara fisik tidak berada di penjara tetapi jiwanya yang tersiksa. Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka dan diselamatkanNya mereka dari kecemasan mereka. DibawaNya mereka keluar dari gelap dan kelam dan diputuskanNya belenggu-belenggu mereka.
III.) Ayat 23-30:
“Ada orang yang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka.
Mereka muak terhadap segala makanan, dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Mereka berseru-seru dan diselamatkan, diluputkanNya mereka dari tiang kubur.
IV.) Ayat 23-30:
“Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal yang melakukan perdagangan di lautan luas. Seperti seorang yang sementara berdagang dan tiba-tiba ada angin badai, gelombang yang tinggi, mereka menjadi pusing, mereka berseru-seru kepada Tuhan dan mereka bersuka cita karena semuanya reda, gelombang-gelombangnya menjadi tenang.
Demikianlah gambaran kehidupan manusia yang dipenuhi kesusahan dalam dunia ini, namun janganlah takut, jika engkau datang kepada Allah semesta langit dan bumi ini. Ia akan menolong saudara. Datanglah padaNya dan sujud menyembah hanya kepada Tuhan Yesus Kristus saja, Ia akan mendengarkan saudara.
Kehidupan manusia di bumi tidak pernah dijanjikan selamanya tenang, seperti orang yang mengarungi lautan ombak yang sewaktu-waktu menerjang, angin badai yang bertiup kencang, tetapi Firman Tuhan berkata “jangan takut” Dia Allah tidak akan meninggalkan saudara.
Akhir kata: Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setianya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebusNya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan dari negeri-negeri dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan (Mzm. 107:1-3).


