JANJI YANG BARU
Suara Kasih
10/26/20262 min read
Kebosanan itu berbahaya, karena bosan itu dapat disamakan sebagai salah satu penyakit bagi manusia. Kelihatannya mungkin sepele, tetapi bahayanya ia bisa menular ke berbagai aspek dalam hidup ini. Bosan pada keadaan, bosan pada bisnis, bosan pada pelayanan, bosan pada istri, dan paling bahaya lagi jika bosan pada Tuhan.
Bosan adalah sumber bibit kemalasan. Kebosanan dapat membuat organisasi beku. Bosan juga menjadi tanda dari serangkaian masalah. Sikap yang tak mau bangkit, tak berpengharapan. Mari kita periksa diri kita, apakah penyakit itu melanda hidup kita sekarang.
Tidak ada gairah hidup, memandang keadaan sekeliling seperti masalah yang kita alami. Kita mengukur kegagalan orang lain sama dengan kegagalan kita. Hari ini perhatikan hidup kita, kita perlu berhenti sejenak dengan sengaja untuk mencari alternatif yang kreatif, atau perlu adanya rekreasi.
Bagi sang istri, coba buat gairah baru dalam keluarga, dengan penampilan baru, cara dandan yang lain dari biasanya, supaya ada ritme hidup ini, jangan omelan yang sama setiap hari Anda lontarkan sehingga membuat sang suami bosan dan tidak betah di rumah. Mungkin sesekali perlu meletakkan bunga mawar di atas meja makan, sehingga membuat wajahmu merekah seperti bunga mawar, bukan seperti orang yang baru bangun tidur, dalam daster setiap saat atau buat hal yang lain yaitu ada menu masakan baru di dapur, atau ruang kamar ditata baru dan indah.
Ritme ini perlu juga diperhatikan, misalnya makan berdua tanpa anak di restoran. Hal ini sekali-kali perlu diadakan agar tidak muncul kebosanan dalam keluarga.
Bosan terhadap Tuhan, karena mungkin doa-doa kita belum dijawab Tuhan, ini paling berbahaya. Tinggalkan sikap apatis seperti itu, hari ini saat gini bukan lagi jamannya untuk tetap tinggal dalam keadaan demikian. Sisa waktu terlalu sempit. Jangan buang-buang waktu dalam hidup kerohanian kita.
Yakobus 4:14
“Hidup kita hanya sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”
Kita juga harus berjaga-jaga karena kita tidak tahu kapan hari dan kapan waktunya kedatangan Tuhan kedua kalinya.
Matius 25:13
“Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tak tahu akan hari maupun akan saatnya.”
Lakukanlah yang baik mulai hari ini.
Jadi jangan bertindak bodoh. Jangan biarkan kebosanan melanda hidup ini. Kesempatan jika saudara mendengarkan Firman Tuhan hari ini, kembalilah cepat ke jalan yang benar, kenalilah Sang Juruselamat, persiapkanlah hidup kita, jangan membuang waktu.
Selama kita hidup, tumpukkan kebajikan, investasikan hal-hal kerajaan surga, kita jangan bertindak bodoh, malas-malasan seperti Amsal 6:9–10:
“Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?”
Jadi jangan malas. Karena kita tidak tahu kapan harinya dan apa yang terjadi besok.
Buat janji yang baru dalam hidup ini, aku akan segera berubah, aku akan meninggalkan perbuatan yang lama, perbuatan yang tidak berkenan, cara yang lama yang telah menyesatkan hidupku.
Ubah keluargamu dari kebiasaan buruk yang telah saudara lakukan. Bagi seorang suami, jadilah kepala keluarga yang bertanggung jawab dan mengasihi. Juga bagi seorang istri, jadilah istri yang bijak dan berilah hidup ini untuk dituntun oleh Roh Kudus.
Inilah janji yang baru itu.
Amin.


