JANGANLAH BIMBANG, SEBAB AKU INI ALLAHMU
Suara Kasih
11/3/20261 min read
Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan.
Nahum 1:7 Tuhan itu baik, Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan, Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya.
Ketakutan menghantui hidup manusia. Apakah hal yang buruk terulang lagi di tahun yang akan datang?
Waktu berlalu terlalu cepat, semuanya yang telah terjadi akan terlewati, kenangan manis, kenangan pahit hanya menjadi kenangan belaka. Tantangan yang baru akan kita hadapi. Tantangan yang besar muncul dalam pikiran ini.
Perlindungan adalah kebutuhan yang mutlak setiap insan. Seperti seorang anak kecil yang menangis yang tidak melihat ibunya berada di sekitarnya. Anak kecil akan sangat merasa aman jika ia tahu ada mata orangtuanya yang mengawasi dia.
Allah adalah tempat perlindungan yang tepat bagi setiap badai hidup saudara. Sekalipun memang dunia ini dikatakan penuh air mata. Kita sewaktu-waktu diperhadapkan dengan penderitaan, bencana alam, kejahatan, kelaparan, dari zaman ke zaman tetapi ketahuilah bahwa tujuan kita hidup adalah untuk memuji Tuhan.
Mazmur Daud 103:1 berkata pujilah Tuhan, hai jiwaku, pujilah namaNya yang Kudus, hai segenap batinku.
Tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk menyenangkan hati Allah, untuk memuliakan Allah di muka bumi ini. Namun karena banyaknya duka yang dialami manusia, maka manusia lupa memuji Allah. Mata hati manusia tertutup dengan masalah-masalah kehidupan, yang begitu berat dialami dalam hidupnya sehingga bukan lagi memuji melainkan meninggalkan Allah.
Pengkhotbah 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka, tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Tuhan sanggup mengubah situasi yang buruk apapun yang terjadi disekitar kita, namun Tuhan tahu yang terbaik bagi manusia. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.
Daud berkata “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari padaNyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, Aku tidak akan goyah”
Mazmur 143:10 Ajarlah aku melakukan kehendakMu sebab Engkaulah Allahku, kiranya RohMu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata.
Itulah doa yang harus kita panjatkan kepada Tuhan untuk menjalani esok hari. Firman Tuhan berkata kepada kita semua
Efesus 5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Allah.


